Showing posts with label Manusia Misterius. Show all posts
Showing posts with label Manusia Misterius. Show all posts

Thursday, April 12, 2012

Koloni Ruang Angkasa dan Spaceship


وبذلك يعلم أنه لا مانع من أن يكون هناك فضاء بين الكواكب والسماء الدنيا، يمكن أن تسير فيه المركبات الفضائية، يمكن أن تنزل على سطح القمر أو غيره من الكواكب

“… Dengan ini bisa diketahui bahwa bukanlah suatu hal yang mustahil adanya ruang hampa diantara bintang/planet dengan langit dunia, yang memungkinkan berjalan-nya kendaraan-kendaraan ruang angkasa, dan memungkinkannya untuk turun di per-mukaan bulan atau planet-planet lainnya”. (Majmu Fatawa Ibnu Bazz 1/263).

Orang Islam berpendapat bahwa langit yang tujuh lapis ini memiliki batas, masing-masing memiliki pintu yang dijaga. Pintu itulah yang biasa digunakan untuk bisa memasuki langit yang lebih atas atau turun ke langit yang lebih bawah. Pintu-pintu itu dijaga oleh para malaikat dan setiap yang masuk akan ditanya sebagaimana dalam peristiwa Isra Mi’raj. Para ulama pun berijma, bahwa bentuk langit ini pun bulat sebagaimana Bumi. Al-Hafizh Ibnu Katsir rahima-hullahu dalam Al-Bidayah (1/69) mengatakan,

وَقَدْ حَكَى ابْنُ حَزْمٍ، وَابْنُ الْمُنَادِي، وَأَبُو الْفَرَجِ ابْنُ الْجَوْزِيِّ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنَ الْعُلَمَاءِ الْإِجْمَاعَ عَلَى أَنَّ السَّمَاوَاتِ كُرِّيَّةٌ مُسْتَدِيرَةٌ

“Dan sungguh Ibnu Hazm, Ibnu Munadi, Abu Faraj bin Al-Jauzi dan para ulama lainnya telah menyebut-kan adanya ijma bahwa langit itu bulat”.

Adapun matahari, bulan dan bintang-bintang yang kita lihat diangkasa, semuanya terletak di antara langit dunia dan bumi. Ini juga untuk membantah perkataan sebagian orang bahwa yang dimaksud langit yang 7 adalah lapisan-lapisan atas bumi seperti atmosfir, padahal al-Qur’an menegaskan bahwa bintang-bintang saja masih berada dibawah langit dunia (lapisan langit pertama) atau di ruang antara, diantara bumi dan langit dunia.

Misteri Planet Inhabit (Alien)

وَيَخْلُقُ مَا لا تَعْلَمُونَ
Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Qs. An-Nahl 8).

Manusia tidak pernah hidup sendiri, Allah Ta’ala telah menciptakan berbagai mahluk yang kita tidak bisa mengetahui semuanya apalagi menghitung-nya. Kemungkinannya selalu ada suatu mahluk yang Allah menciptakannya mirip dengan kita. Saya yakin akan hal tersebut, tidak ada yang mustahil, walaupun kita tidak bisa memastikan detailnya. 

Penulis tidak sedang berbicara menurut akal, yang kadangkala benar dan sering kali salah. Akan tetapi berbagai dalil yang terjamin kebenarannya yang menyatakan kemungkinan tersebut. Kita memang tidak berkepentingan untuk mengetahui semua mahluk itu secara detail, ayat dan atsar lebih banyak berbicara secara global tanpa merinci. Dan menurut penulis, itupun sudah cukup untuk menenangkan hati-hati yang bertanya-tanya dan jiwa-jiwa yang penasaran.    

Misteri Planet Inhabit (Alien)

وَيَخْلُقُ مَا لا تَعْلَمُونَ
Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Qs. An-Nahl 8).

Manusia tidak pernah hidup sendiri, Allah Ta’ala telah menciptakan berbagai mahluk yang kita tidak bisa mengetahui semuanya apalagi menghitung-nya. Kemungkinannya selalu ada suatu mahluk yang Allah menciptakannya mirip dengan kita. Saya yakin akan hal tersebut, tidak ada yang mustahil, walaupun kita tidak bisa memastikan detailnya. 

Penulis tidak sedang berbicara menurut akal, yang kadangkala benar dan sering kali salah. Akan tetapi berbagai dalil yang terjamin kebenarannya yang menyatakan kemungkinan tersebut. Kita memang tidak berkepentingan untuk mengetahui semua mahluk itu secara detail, ayat dan atsar lebih banyak berbicara secara global tanpa merinci. Dan menurut penulis, itupun sudah cukup untuk menenangkan hati-hati yang bertanya-tanya dan jiwa-jiwa yang penasaran.    

Forbidden archeology

Sudah bukan rahasia lagi bahwasanya sangat banyak teori dan sejarah yang merupakan produk konspirasi. Yaitu suatu hal yang diyakini kebenarannya tetapi dengan melakukan seleksi terhadap bukti-bukti yang ada. Bukti-bukti yang mendukung teori itu akan dibesar-besarkan dan dipublikasikan secara luas, tetapi bukti-bukti yang berlawanan akan disembunyikan bahkan dilenyapkan.

Seiring dengan perkembangan jaman dimana pakar teknologi dan ilmu pengetahuan tidak lagi hanya berasal dari golongan tertentu. Munculnya tokoh-tokoh atheis dan kaum revolusioner yang benar-benar berorientasi ilmiah dan tidak terikat oleh dogma agama, melahirkan karya-karya dan penemual spektakuler yang mengatakan suatu yang benar sebagai kebenaran dan yang salah sebagai kesalahan.

Beberapa penemuan-penemuan ilmiah yang berpotensi menghancurkan teori mapan yang ada saat ini salah satunya adalah kontroversi seputar teori evolusi Darwin. Sebagaimana sudah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya, para tokoh yang pro darwin berusaha melakukan seleksi terhadap penemuan-penemuan fosil dan arkeologi yang ada. Mereka juga mengindahkan beberapa teori-teori baru guna mempertahankan teori mereka.

Forbidden archeology

Sudah bukan rahasia lagi bahwasanya sangat banyak teori dan sejarah yang merupakan produk konspirasi. Yaitu suatu hal yang diyakini kebenarannya tetapi dengan melakukan seleksi terhadap bukti-bukti yang ada. Bukti-bukti yang mendukung teori itu akan dibesar-besarkan dan dipublikasikan secara luas, tetapi bukti-bukti yang berlawanan akan disembunyikan bahkan dilenyapkan.

Seiring dengan perkembangan jaman dimana pakar teknologi dan ilmu pengetahuan tidak lagi hanya berasal dari golongan tertentu. Munculnya tokoh-tokoh atheis dan kaum revolusioner yang benar-benar berorientasi ilmiah dan tidak terikat oleh dogma agama, melahirkan karya-karya dan penemual spektakuler yang mengatakan suatu yang benar sebagai kebenaran dan yang salah sebagai kesalahan.

Beberapa penemuan-penemuan ilmiah yang berpotensi menghancurkan teori mapan yang ada saat ini salah satunya adalah kontroversi seputar teori evolusi Darwin. Sebagaimana sudah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya, para tokoh yang pro darwin berusaha melakukan seleksi terhadap penemuan-penemuan fosil dan arkeologi yang ada. Mereka juga mengindahkan beberapa teori-teori baru guna mempertahankan teori mereka.

Forbidden archeology

Sudah bukan rahasia lagi bahwasanya sangat banyak teori dan sejarah yang merupakan produk konspirasi. Yaitu suatu hal yang diyakini kebenarannya tetapi dengan melakukan seleksi terhadap bukti-bukti yang ada. Bukti-bukti yang mendukung teori itu akan dibesar-besarkan dan dipublikasikan secara luas, tetapi bukti-bukti yang berlawanan akan disembunyikan bahkan dilenyapkan.

Seiring dengan perkembangan jaman dimana pakar teknologi dan ilmu pengetahuan tidak lagi hanya berasal dari golongan tertentu. Munculnya tokoh-tokoh atheis dan kaum revolusioner yang benar-benar berorientasi ilmiah dan tidak terikat oleh dogma agama, melahirkan karya-karya dan penemual spektakuler yang mengatakan suatu yang benar sebagai kebenaran dan yang salah sebagai kesalahan.

Beberapa penemuan-penemuan ilmiah yang berpotensi menghancurkan teori mapan yang ada saat ini salah satunya adalah kontroversi seputar teori evolusi Darwin. Sebagaimana sudah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya, para tokoh yang pro darwin berusaha melakukan seleksi terhadap penemuan-penemuan fosil dan arkeologi yang ada. Mereka juga mengindahkan beberapa teori-teori baru guna mempertahankan teori mereka.

Wednesday, April 11, 2012

Bukti Arkeologis, Keberadaan Penghuni Langit di Bumi ?


Di kota Tiahuanacu Bolivia, terdapat peninggalan arkeologis, yang dikenal dengan nama “The Gate of The Sun” (Gerbang Matahari).
Gerbang Matahari, yang usianya diperkirakan telah berumur 15.000 tahun, terdapatgambar-gambar aneh, seperti berbentuk motor, pesawat jet dan alat-alat mekanis yang rumit, serta ditemukan Penanggalan Langka Planet Venus (Sumber : Buku “Makhluk-Makhluk yang Turun dari Langit“, karangan Anis Mansour).

ALIEN, Semesta Alam dan Ayat-Ayat Al Qur’an ?


Data sementara mengenai luasnya alam semesta, adalah sebagai berikut :
BUMI merupakan planet ke-3 dari susunan planet yang mengelilingi BINTANG yang bernama MATAHARI
Matahari adalah 1 dari sekitar 200 milyar bintang yang bergerak berputar bersama mengelilingi inti galaksi Milkyway/ Bima sakti. Jumlah galaksi-besar (large galaxi) ada 350 Milyar, dan galaksi kecil (dwarf galaxies) ada 7 trilliun buah
Galaksi Bimasakti bagian dari kumpulan galaksi lain membentuk gugusan galaksi, diprediksi ada 25 Milyar gugusan
Gugusan galaksi berkumpul membentuk super cluster, diprediksi ada 10 Juta super cluster

Islam Prophecy : Ya'juj Majjuj Serbuan ALIEN Di Masa Depan. Benarkah?

dibawah ini disampaikan oleh Nabi Muhammad hampir 1500 tahun yang lalu. Sehingga berbagai istilah di dalam hadits2 ini sudah tentu disesuaikan dengan pemahaman akal masyarakat pada zaman itu.

Berikut ini adalah kejadian2 sesudah berakhirnya perang besar melawan musuh umat manusia yang disebut "DAJJAL". Perang tersebut ternyata bukan akhir dari perjuangan, namun hanyaberakibat pada kejadian yang lebih besar lagi. 

2012 : Invasi ALIEN dan Berita Al Qur’an ?


Banyak orang meyakini di tahun 2012, adalah tahun serbuan Alien ke Bumi. Hal tersebut dapat kita lihat di berbagai berita, baik media cetak maupun elektronik.
Berkenaan dengan Serbuan Makhluk Luar Bumi, Al Qur’an menjelaskan :
Hingga apabila dibukakan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al Anbiya (21) ayat 96)

Misteri ANUNNAKI (ALIEN), di masa kehidupan RASULULLAH?


Rasulullah pernah mengisyaratkan, tentang keberadaan sesosok manusia “Penghuni Langit”, yang bernama Uways (Uwais) Al Qorni.
Rasulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qorni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau, memandang kepada Ali bin Abi Thalib r.a. danUmar bin Khattab r.a. lalu bersabda : “Suatu saat apabila kalian bertemu dengan dia mintalah do’a dan istighfarnya, karena dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi

Misteri Piramid Giza, Teori Alien dan Banjir Nabi Nuh


Pada saat Great Pyramid di Giza Mesir dibangun, jika berdasarkan keadaan Piramid serta tenaga kerja yang mendirikannya, Para Arkeolog memperkirakan Penduduk Mesir ketika itu mencapai 50 juta orang…

Diperkirakan PIRAMID tersebut dibangun pada sekitar tahun 3.000 sebelum masehi, dimana penduduk dunia baru sekitar 20 juta orang…

Sunday, October 2, 2011

John Titor Penjelajah Waktu

Seseorang yang mengaku dari tahun 2036 datang ke tahun 2000 untuk memposting di forum internet, mengaku sebagai prajurit amerika di tahun 2036 mengemban misi ke tahun 1975 untuk mengambil komputer portable pertama di dunia yaitu IBM 5100, dan mampir di tahun 2000-2001 untuk melihat keluarganya.

adapun pro dan kontra terhadap orang ini di forum menjadi topik hangat saat itu, karena dia dapat membuktikan hal-hal yang akan terjadi di masa dpn, dia juga mengupload foto mesin waktu nya, cara kerjanya, dan juga menyebarkan formula ilmiah mesin waktu tersebut di forum.

Sunday, August 14, 2011

Misteri Gajah Mada


Gajah Mada ialah salah satu Patih, kemudian Mahapatih, Majapahit yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Awal Karir
Asal usulnya misterius. Tak diketahui kapan dan di mana ia lahir. Ia memulai karirnya di Majapahit sebagai bekel. Karena berhasil menyelamatkan Prabu Jayanagara (1309-1328) dan mengatasi Pemberontakan Ra Kuti, ia diangkat sebagai Patih Kahuripan pada 1319. Dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.

Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui. Ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu sedang melakukan pemberotakan terhadap Majapahit. Keta & Sadeng pun akhirnya takluk. Patih Gajah Mada diangkat sebagai patih di Majapahit (1334).

Sumpah Palapa
Pada waktu pengangkatannya ia mengucapkan Sumpah Palapa, yakni ia baru akan menikmati palapa atau rempah-rempah yang diartikan kenikmatan duniawi jika telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat di Pararaton berikut:

" Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada : Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa "

"Gajah Mada sang Maha Patih tak akan menikmati palapa, berkata Gajah Mada "Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa."

Walaupun ada sejumlah (atau bahkan banyak) orang yang meragukan sumpahnya, Patih Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan Nusantara. Bedahulu (Bali) dan Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

Di zaman Prabu Hayam Wuruk (1350-1389), Patih Gajah Mada mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

Perang Bubat
Karir politiknya mulai merosot akibat Perang Bubat (1357). Dalam Kidung Sunda diceritakan bahwa hal ini bermula pada saat Prabu Hayam Wuruk hendak menikahiDyah Pitaloka putri Sunda sebagai permaisuri. Lamaran Prabu Hayam Wuruk diterima pihak Kerajaan Sunda dan rombongan besar Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung itu. Namun Patih Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak kerajaan Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat yang saat itu menjadi tempat penginapan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka sendiri bunuh diri setelah ayahanda beserta seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran.

Akibat peristiwa itu, Patih Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya dan ia diberi pesanggrahan “Madakaripura” di Tongas, Probolinggo. Namun pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih, hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.

Pada 1364, Gajah Mada menghilang secara misterius dan tidak pernah muncul lagi.

Ada beberapa hipotesa tentang Gajah Mada di periode 1364 dan sesudahnya.

Yang pertama, diperkirakan Gajah Mada mengasingkan diri ke Lampung, dan akhirnya meninggal di Lampung. Saat ini ada pusara yang diyakini sebagai makam Gajah Mada di Lampung.

Yang kedua, ia bergabung dengan Adityawarman yang telah menjadi penguasa Kerajaan Pagaruyung, Kerajaan Dharmasraya, Jambi, dan Palembang. Pada saat tiba di Lampung, ia membuat pusara yang seolah olah adalah makamnya, supaya tidak dicari oleh Majapahit. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya ke utara dan bergabung dengan Adityawarman.

Yang ketiga, ia memimpin ekspedisi ke sebrang lautan hingga ke MADAGASKAR. Asal muasal pulau tersebut memiliki nama Madagaskar, diperkirakan ada hubungannya dengan Mahapatih Gajah Mada. Penduduk asli pulau itu, etnis Merina dan Betsileo, mirip dengan penduduk asli pulau jawa.

http://mysteriously-world.blogspot.com/2010/04/gajah-mada.html


Siapa yang tidak tahu nama tokoh ini, semua orang Indonesia tahu nama besar Gajah Mada sang Mahapatih Majapahit, orang pertama yang mempersatukan Nusantara. Tapi sampai saat ini, setelah 7 abad sejak kebesaran namanya berkibar di seantero negeri, tidak ada satu pun orang yang dapat mengungkap misteri asal-usulnya bahkan tentang akhir hidupnya. Bukan saja tentang asal-usul dan kematiannya, tentang strategi politik menuju posisi puncak di Majapahit serta strategi perangnya menguasai Nusantara juga masih menyimpan banyak misteri yang tak terjawab hingga kini.

Tidak ada satu sumber pun yang dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui asal Gajah Mada dan siapa orang tuanya. Para sejarawan bersilang pendapat tentang asal usulnya. Ada yang menyebut Gajah Mada berasal dari Sumatera, tepatnya dari Minangkabau dengan asumsi bahwa kata Mada itu di Minangkabau berarti bandel, sementara di Jawa tidak ada kata Mada dalam kosa kata bahasanya. Selain itu gelar Gajah juga diambil dari asal nama binatang yang berada di pulau andalas itu. Asumsi ini diperkuat dengan kedekatan hubungan antara Gajah Mada dan Adityawarman (pendiri kerajaan Pagaruyung), seorang pangeran Majapahit berdarah Sumatera, kemungkinan Adityawarman lah yang membawa Gajah Mada ke Majapahit. Namun sebagian lainnya menyebut Gajah Mada berasal dari Bali. Masyarakat Bali mempercayai cerita turun temurun yang menyebut bahwa ibu sang patih ini berasal dari Bali. Ada juga yang memperkirakan Gajah Mada berasal dari suku Dayak Krio di Kalimantan Barat, merujuk dari kisah nenek moyang suku Krio tentang seorang Panglima besar dayak bernama Panglima Jaga Mada yang diutus ke Jawa Dwipa untuk menguasai tanah Jawa. Kemudian ada juga yang menyebut bahwa Gajah Mada itu berasal dari Mongol. Diperkirakan dia adalah salah satu pimpinan pasukan Mongol yang tertinggal. Ketika itu Raden Wijaya (pendiri Majapahit) mengalahkan pasukannya yang berniat menyerang Raja Kertanegara karena telah melecehkan Mongol dengan memotong telingan Meng Khi (utusan Mongol).

Misteri yang luar biasa adalah tidak diketahuinya secara pasti bagaimana rupa Gajah Mada sampai saat ini. Penemuan terakota pipi tembeb di Trowulan yang disebut-sebut sebagai perwujudan wajah Gajah Mada sampai saat ini juga belum terbukti. Rupa Gajah Mada yang kita kenal sekarang ini juga menjadi polemik dan kontroversi karena sebagian orang menyebut bahwa penggambaran rupa Gajah Mada itu hanya rekaan Moh.Yamin pengarang buku “Gajah Mada Pahlawan Nusantara”. Lihat saja wajah Gajah Mada dan bandingkan dengan wajah Moh.Yamin, sangat mirip. Jadi kemungkinan besar rupa itu hanya rekaan Moh.Yamin yang menjelmakan wajahnya sebagai Gajah Mada.

Kita mengetahui awal kisah kariernya menuju posisi Mahapati berawal sebagai prajurit pengawal raja (bhayangkara). Dikisahkan Gajah Mada hanya seorang bekel bhayangkara pada masa pemerintahan Raja Jayanegara. Kemudian terjadi pemberontakan para Dharmaputra pimpinan Ra Kuti yang berhasil menguasai kerajaan. Gajah Mada berhasil menyelamatkan sang Raja dari para pemberontak. Bahkan kemudian Gajah Mada berhasil merebut kembali kerajaan, membunuh Ra Kuti dan mengembalikan tahta ke tangan Jayanegara. Ini juga menjadi misteri, bagaimana cara seorang bekel bhayangkara mampu memukul kembali para pemberontak yang sedemikian kuat hingga bisa menguasai kerajaan. Setelah berhasil mendudukan kembali Jayanegara sebagai Raja, Gajah Mada kemudian diangkat menjadi patih di Daha dengan Raja Dyah Gitarja (adik tiri Jayanegara).

Kematian Jayanegara yang dibunuh oleh Ra Tanca juga menjadi misteri tentang Gajah Mada. Dengan matinya Jayanegara, Dyah Gitarja kemudian naik menjadi Raja bergelar Tribhuana Tunggadewi. Ini menimbulkan desas-desus bahwa pembunuhan Jayanegara memang telah direncanakan Gajah Mada sebelumnya dengan memakai tangan Ra Tanca, mengingat Gajah Mada lebih dekat dengan Dyah Gitarja ketika di Daha dan kematian Jayanegara menguntungkan bagi Gitarja. Selain itu, ketika Ra Tanca membunuh Jayanegara, tabib itu langsung dibunuh oleh Gajah Mada tanpa dihadapkan ke muka sidang pengadilan. Setelah Gitarja menjadi Raja, kemudian Mahapatih Arya Tadah memberikan jabatannya kepada Gajah Mada. Konspirasi ini dirasa mirip dengan konspirasi peralihan kekuasaan di zaman Indonesia modern (baca: konspirasi tahun 65).

Masa pemerintahan Hayam Wuruk menjadi masa-masa keemasaan Majapahit dibawah pemerintahan Gajah Mada. Posisi Gajah Mada sebagai Mahapatih, jabatan tertinggi setelah Raja secara otomatis memberinya kekuasaan yang sangat luas mengingat Raja hanya sebagai lambang negara sementara Mahapatihlah yang memegang pucuk pemerintahan dan militer. Ketika itu Majapahit telah menguasai Nusantara, dari Semenanjung Malaya, Tumasik (Singapura), Swarnadwipa, Sambas, Brunei, Bali, Lombok hingga Siam. Untuk menguasai negeri-negeri maritim ini Gajah Mada membangun armada perang yang luar biasa kuat dibawah pimpinan Laksamana Nala. Tapi sampai saat ini bagaimana kebesaran armada dan bagaimana strategi perang sang Mahapatih tidak kita ketahui detail sebagaimana strategi perang Sun Tzu yang kesohor itu. Mungkin jika kita mengetahui tentang strategi perang Gajah Mada, pastilah tidak kalah hebatnya dari Art of War nya Sun Tzu itu.

Sebagai kepala pemerintahan, keberhasilan Gajah Mada membangun lay out ibukota Majapahit yang nyaris sempurna, benteng-benteng hingga kanal-kanal air membuat kita berpikir keras bagaimana dan dari mana ia memperoleh ilmu pengetahuan itu. Bahkan minggu lalu, Kompas edisi cetak membahas tentang kecanggihan sistem pengairan Majapahit. Sistem pengairan ini bahkan bisa menjadi acuan bagi pemerintah DKI sebagai salah satu solusi mengatasi banjir saat ini. Peradaban yang luar biasa maju di zamannya. Lantas pertanyaannya, dari mana dia mendapat pengetahuan tentang itu, kembali ini sebuah misteri.

Selanjutnya adalah misteri tentang perang Bubat. Kemungkinan cerita tentang perang yang mencoreng nama Gajah Mada ini hanya cerita karangan Belanda yang ingin memecah belah. Sebab hanya bersumber dari Syair Kidung Sundayana, sementara sumber dari prasasti atau Negarakertagama sendiri tidak menceritakan hal ini. Belanda melakukan ini sebab ingin memecah belah kekuatan Raden Patah (keturunan Majapahit dari Brawijaya) yang bergabung dengan kerajaan Sunda melawan Belanda. Ini juga salah satu misteri Gajah Mada yang tak terungkap.

Akhir hidup Gajah Mada juga tidak jelas. Gajah Mada tidak diketahui mempunyai istri dan keturunan. Tidak diketahui juga bagaimana dia mangkat, dimana dikebumikan dan dimana ia menghabiskan sisa hidupnya setelah tidak menjadi Mahapatih. Tidak ada satu pun candi yang didirikan untuk mengenang dirinya. Meski banyak prediksi dan perkiraan tentang makam Gajah Mada, petilasan dan lain sebagainya, tapi ini belum juga bisa dibuktikan secara ilmiah.

Tokoh besar ini menjadi salah satu misteri besar bangsa ini.

Misteri tokoh Arya Asvendra

Masyarakat tradisional di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menulisnya dengan ejaan Asvendra. Lengkapnya Arya Asvendra. Anda sulit percaya? Siapa Asvendra sebenarnya? Dari era apa? Kerajaan apa? Di mana pula?

Nama ini dapat ditemukan dalam manuskrip Sejarah Kawitane (Ana) Wong Jawa lan Wong Kanung (Sejarah Asal Mula Ada Orang Jawa dan Orang Kalang).

Berdasarkan cerita tutur turun-temurun, naskah ini ditulis ulang secara sembunyi-sembunyi oleh tokoh agama lokal yang menyebut diri mBah Guru pada tahun 1931.

Selama masa penjajahan Indonesia oleh bangsa Belanda, manuskrip ini disembunyikan rapat-rapat agar tidak dirampas dan dibawa ke Negeri Belanda.

Naskah berbahasa Jawa ini baru diterbitkan berhuruf Latin dalam jumlah terbatas di Padepokan Argasoka di lereng Gunung Lasem pada tanggal 28 Juni 1996.

Penulis diizinkan memfotokopinya dalam pertemuan dengan tokoh muda Kalang di Blora akhir tahun 2010.

Juga naskah kuno Lasem yang lain, Sabda Badra Santi, kitab ajaran Buddha Jawa, yang ditulis oleh Mpu Santibadra pada tahun 1401 C (1479 M). Di dalam terbitan aksara Latin tahun 1966, buku ini dilampiri Carita Lasem (carita sejarah) yang ditulis ulang oleh R. Panji Karsono pada tahun Jawi 1857 (1920 M) serta Bausastra, glosari bahasa Jawa dialek Lasem.

Tata Negara Jawa

Kita tunda pembeberan siapa itu Arya Asvendra, ada baiknya kita pahami dulu sistem ketatanegaraan pada masa itu.

Era Asvendra ini tepatnya terjadi tak lama setelah pendeta Buddha asal Cina, Fa Hsien, terdampar di Jepoti atau Javadi (istilah persamaan lidah orang China untuk Jawa-Dwipa).

Dapat pula digunakan rujukan lain, Fo-kuo Chi: Records of Buddhist Kingdoms, yang ditulis Fa Hsien di Cina pada tahun 430 M.

Fa Hsien adalah salah satu pendeta Budha China yang masyhur. Ia dikirim ke India pada tahun 339 M oleh Kaisar Jin Timur, Xia Wudi.

Dalam perjalanan pulang ke Kanton, ia singgah di Kantoli, yang kelak menjadi Criwijaya, dan lalu, akibat cuaca buruk, terdampar di Pulau Jawa.

Ini terjadi pada era raja yang berkuasa antara Airlangga (k. 1009-1042) di Kahuripan, sekarang kira-kira di antara Kudu, Kabupaten Jombang, dan Mada, Kabupaten Lamongan, serta Jayabaya (k. 1135--1157 M) di Mamenang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Masih terpecah

Ketika Fa Hsien terdampar, yang berkuasa di Jawa Dwipa ialah Datu Hang Sambadra berkedudukan di kota yang dibangunnya sendiri pada tahun 385, Pucangsula. Bekas banjar besar ini kini menjadi Desa Logading-Sriamba, Kecamatan Lasem.

Raja ini dibantu anak perawannya berusia 22 tahun, Dewi Sibah (Sie Ba Ha), sebagai dhang puhawang (lama-lama berubah menjadi: dampoawang), panglima angkatan laut.

Sebelum pulang, Fa Hsien berdebat soal agama, tepatnya mengenai "delapan jalan kebenaran", dengan adik raja, yang hanya disebut sebagai Jnanabadra (harfiah: cendekiawan).

Negeri itu disebut Jawa Dwipa karena merupakan paduan dari dua pulau: Jawa Pegon di timur selatan dan Jawa Purwa di barat utara.

Secara administrasi pemerintah kedua pulau ini disatukan oleh Hang Tsu-Wan, pendiri kota Tuban, pada tahun 115 M.

Saat Fa Hsien berkunjung itu, bahkan sampai kunjungan Laksamana Zheng He (dialek Hok Kian: Cheng Ho), tujuh pelayaran antara tahun 1405 dan 1433 M, Pegunungan Muria masih terpisah dari Pulau Jawa.

Saat berjaga alias ronda laut di ujung barat Nusa Jawa Dwipa, Dewi Sibah kedatangan tamu, Resi Agastya Kumbayani, penyebar agama Hindu aliran Ciwa dari kerajaan Indriya-Satwamayu di negeri Menak.

Siapakah Resi Agastya Kumbayani, terutama terkait dengan tokoh kita, Arya Asvendraa.

Rebutan belerang ekspor

Perang tanding seru tak pelak lagi terjadi antara Dewi Sibah dan Resi Agastya Kumbayani yang tampan itu. Singkat kata, Dewi Sibah kalah. Mereka pun saling jatuh cinta dan...Dewi Sibah membawa pulang kekasihnya itu, menghadap ayahnya.

Pada tahun 415 Masehi, Datu Hang Sambadra turun takhta. Pemerintahan Pucangsula diserahkan kepada Dewi Sibah, yang dilantik dan ditetapkan menjadi dattsu-agung (maharani). Juga adik Dewi Sibah yang bernama Dewi Sie Ma Ha (Simah), yang semula adipati-muda Medang Kamulan di Teluk Lusi (kini: Kabupaten Blora) diwisuda menjadi dattsu, dipindah ke Banjar Besar Blengoh, yang dijadikan Keraton Keling. (Sebutan keling ini diambil dari nama buah yang sudah tua dan keras dari pohon tal betina. Bila masih muda, buah ini disebut siwalan).

Sekarang bekas istana ini menjadi Lapangan Keratonan di Desa Blengoh, Kecamatan Keled, Kabupaten Jepara. (mBah Guru, halaman 27)

Datu Hang Sambadra meninggal pada tahun 425. Setahun kemudian, Arya Asvendra diangkat menjadi raja muda.

Pusat banjarnya dijadikan kota bernama Batur-retna. Banjar Rabwan dijadikan pelabuhan negara Baturretna.

Beberapa tahun kemudian, orang Endrya-Satvamayu mendengar kabar bahwa Resi Agastya menjadi datu di negara Baturretna.

Banyak di antara mereka lalu pada menyusul pindah bebadra (membuka tanah) di bumi Dieng yang subur untuk olah pertanian.

Mereka yang tidak menjadi petani diperintah bekerja mengumpulkan belerang dari lereng kawah Dieng. Belerang itu untuk bahan perdagangan... Baturretna, ditukarkan dengan alat pertukangan dan kain sutera yang dibawa peniaga dari China, lewat pelabuhan Banjar Rabwan. (mBah Guru, halaman 30.)

Terjadilah perang saudara. Resi Agastya gugur. Bela pati ayahnya, Arya Asvendra menyusul gugur tengkurap di depan Candi Sumbadra. Bagi Dewi Sibah, perang saudara itu buah simalakama.

Dia pun menyerahkan takhta kepada patihnya. Dia bertapa di Gunung Tapaan sampai wafat pada tahun 445 Masehi.

Misteri tokoh Semar

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
• Bebadra = Membangun sarana dari dasar
• Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya : Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia

Javanologi : Semar = Haseming samar-samar
Harafiah : Sang Penuntun Makna Kehidupan
tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik”.

Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang, dempel = keteguhan jiwa).
Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.

Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.

Semar barjalan menghadap keatas maknanya : “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ), yang maha pengasih serta penyayang umat”.

Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia), agar memayuhayuning bawono : menegakan keadilan dan kebenaran di bumi.

MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.
Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.

Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.

Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:
1. tidak pernah lapar
2. tidak pernah mengantuk
3. tidak pernah jatuh cinta
4. tidak pernah bersedih
5. tidak pernah merasa capek
6. tidak pernah menderita sakit
7. tidak pernah kepanasan
8. tidak pernah kedinginan

Kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.

Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti.

Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.

Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati.

Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta. Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya.

Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan.Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta.

Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.

Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.

Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadah Janggan Semarasanta sebagai media menitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.

Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.

Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.

Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.